Picky Eater

[Dari 5 Guru Kecilku – Bagian 1]

Memiliki balita yang sulit makan memang memberi tambahan ladang amal bagi para ibu. Sang ibu harus berpikir kreatif agar komposisi gizi harian bisa seimbang masuk dalam tubuhnya. Terkadang para ibu harus memasak terpisah saat balita tidak mau makan makanan menu utama. Insya Allah pahala membujuk makan para balita tak kalah dengan pahala melobby tender proyek bagi para suami yang bekerja dengan berdasi rapi. Hahahaha.

Jika balita anda sulit makan, sesungguhnya anda tidak sendirian. Banyak para ibu yang mengalami hal serupa.
Namun demikian, jika cara pandang terhadap makan anak tetap mempertahanakan cara pandang “ala indonesia” bahwa makan itu harus nasi, mungkin sebagian ibu akan merasa stress saat balita tidak mau makan. Perlu diketahui bahwa para balita membutuhkan berkali-kali percobaan untuk mencoba masakan baru. Salah satu cara mensiasati balita yang “jago ngemil” dan susah makan nasi apalagi sayur, adalah menyulap bahan-bahan baru dalam sajian makanan yang disukai anak-anak. Melibatkan mereka dalam memasaknya menjadi pengalaman yang menyenangkan tersendiri bagi mereka. Mereka akan merasa lebih puas menyantap masakan hasil karyanya. Jika saat waktu makan balita menolak atau membuang-buang makanan, artinya ia memang tidak dalam keadaan benar-benar lapar. Percayalah akan ada titik menyerah dari balita saat merasa lapar. Dan saat itulah kesempatan kita memberi makanan sehat.

Saya pribadi mengalami ujian kesabaran tentang hal ini. Dulu saat Ali kecil, saya membujuk dengan sekian cara kreatif agar ia mau makan. Bahkan menemani makan sampai lebih dari 1 jam lamanya setiap kali makan. Saya merangkai dongeng untuk setiap suapan nasi yang masuk dalam tubuhnya. Terkadang sambil membacakan buku untuknya, dimana halaman buku baru akan berpindah saat ia menyelesaikan satu suap nasinya. Lain anak lain cerita, Faruq jarang mau makan nasi. Ia lebih suka mengemil roti. Maka saya sering menyulap berbagai sajian roti yang berisi protein dan sayuran agar gizi Faruq tetap seimbang.

Menjadi ibu memang bukan pekerjaan sederhana. Pekerjaan yang sangat sulit untuk dibagi dengan sekian banyak konsentrasi. Itulah mengapa, balasan yang dijanjikan pun bukanlah balasan yang sederhana. Mari kita nikmati hari-hari penuh tantangan dalam menghadapi balita yang sulit makan, karena sesungguhnya ada peluang meraih surga dibaliknya.

San Jose, California 14 Juli 2014

Kiki Barkiah

Advertisements

One Reply to “Picky Eater”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s