Niatmu Kekuatanmu

Kekuatan dan ketangguhan seorang manusia untuk tetap istiqomah menjalankan peran, tugas, dan amanahnya berbanding lurus dengan kekuatan motivasi yang dimilikinya terhadap peran, tugas dan amanah tersebut. Tidak ada peran yang mudah kita jalankan dalam hidup, kecuali saat-saat dimana Allah mengaruniakan kemudahan dalam menjalaninya. Oleh karena itu, setiap orang perlu memiliki alasan yang kuat mengapa kita memilih dan menjalankan sebuah peran. Semakin kuat akar motivasi kita dalam melakukan sesuatu, semakin tangguh kita menjalaninya.

Peran dan amanah sebagai orang tua bukanlah hal yang mudah. Apa yang kemudian membedakan mereka yang memilih untuk menikah dengan segala konsekuensinya, sementara banyak pasangan di dunia yang sudah merasa telah mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus mengambil tanggung jawab pernikahan. Ketika pernikahan tidak dipandang sebagai sebuah keabsaahan interaksi laki-laki dan perempuan, maka wajar saja ada sebagian orang yang memilih untuk hidup tanpa ikatan pernikahan. Apa yang kemudian membedakan pasangan suami istri memilih untuk memiliki banyak keturunan dengan segala konsekuensinya, sementara banyak pasangan pernikahan yang tidak ingin memiliki keturunan atau tidak ingin memiliki keturunan yang banyak. Apa yang kemudian mendorong pasangan yang kesulitan memiliki keturunan untuk mengorbankan waktu, harta, tenaga dan pikirannya untuk sebisa mungkin berikhtiar memiliki keturunan, sementara banyak pasangan yang mudah dikaruniakan keturunan memilih untuk mengaborsi, menjual, atau menyerahkan keturunan mereka untuk dirawat orang lain.

Yang membedakan semuanya adalah cara pandang, niat dan motivasi yang tumbuh dalah setiap pilihan peran dan amanah yang diemban. Jika kita berada pada masa-masa kelelahan, kejumudan, atau kesulitan dalam pengasuhan anak, maka dua pertanyaan besar harus mampu kita jawab. Mengapa kita memilih menikah? Dan Mengapa kita memilih untuk memiliki anak? Semakin kuat motivasi kita dalam mengambil peran tersebut, semakin tangguh kita menjalaninya. Melahirkan anak adalah perjuangan yang sulit, merawat anak bukanlah pekerjaan yang mudah, membesarkan anak adalah tugas yang penuh tantangan, mendidik anak adalah adalah tanggung jawab besar, maka wajar jika banyak pasangan, terutama di negara barat memilih untuk tidak menikah atau menikah dengan merasa cukup memiliki 1 anak saja.

Dua pertanyaan inilah yang harus selalu dapat saya jawab ketika tengah melewati masa-masa kesulitan mengurus banyak anak, ditengah kerasnya kehidupan merantau di negeri USA, tanpa sanak saudara, tanpa asisten rumah tangga. Jawaban yang senantiasa perlu direfresh, diingatkan, bahkan diperbanyak. Jawaban ini pula yang kemudian kembali saya azzamkan ketika tengah dalam perjuangan melewati saat-saat sulit melahirkan anak yang kelima, dengan segala macam tantangan dalam prosesnya. Jikalau alasan itu hanya sebatas cita-cita dunia, mungkin akan lebih mudah bagi kita untuk segera menyerah.

Namun sebagai seorang muslim, cara pandang kita terhadap keturunan seharusnya dalam kerangka yang sama sebagaimana cara pandang Islam dalam melihat keutamaan memiliki keturunan yang sholeh.

Rasulullah SAW bersabda, Dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi SAW  bersabda, “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak) sampai ia bertanya, “Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini?” Maka dikatakan padanya, “(Ini semua) disebabkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.” (Hadits Hasan riwayat Ibnu Majah no. 3660, Ahmad (2/509) dan lain-lain. Lihat ash-Shahihah no. 1598).

Sebuah hadist ini telah cukup menjadi alasan yang memotivasi kita untuk mendidik keturunan kita menjadi anak yang shalih, karena tidak semua orang yang memiliki keturunan akan memperoleh karunia ini. Dalam Islam, kedudukan seorang anak bagi orang tua berbeda-beda. Pertama, anak sebagai hiasan hidup sebagaimana terdapat dalam Al-Quran surat Al-Imran ayat 14. Kedua, anak sebagai cobaan hidup sebagaimana terdapat dalam Al-Quran surat Al-Anfal 28 dan At-Taghabun 15. Ketiga, anak sebagai musuh sebagaimana terdapat dalam Al-Quran surat At-Taghabun ayat 14. Keempat, anak sebagai penyenang hati sebagaimana terdapat dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 74. Maka tentunya kita berharap anak kita dapat menjadi anak shalih, yang menyejukkan hati dan padangan kita, yang kelak akan bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat, terutama untuk memintakan ampunan bagi kita di akhirat kelak. Harapan inilah yang akan menguatkan kita dalam menjalankan hari-hari penuh tantangan sebagai orang tua. Terlebih bagi saya yang memilih untuk memperbanyak keturunan, maka alasan dalam pandangan Islam tentang memperbanyak keturunan senantisa harus tertanam dalam diri saya sebagai modal ketangguhan dalam menjalankan hari-hari yang penuh tantangan dalam menemani tumbuh kembang anak-anak. Rasulullah SAW bersabda, “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat.” (Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik).

Semoga Allah menjadikan kita sebagai salah satu kontributor banyaknya umat nabi Muhammad yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan di muka bumi yang kelak akan dibanggakan Rasulullah SAW pada hari kiamat

 San Jose, California 1 Desember 2013
Advertisements

3 Replies to “Niatmu Kekuatanmu”

  1. Berkah yg bgtu besar yg Allah swt berikan pd bgtu bnyk perempuan.
    Sprti halx pd mbak yg dikaruniai keturunan bnyk.
    Trkdng tdr membelakangi suami,dan menahan isak tangis..”apkh Alloh bnr2 tdk akan memberiku keturunan??aku cm ingin melihat suami bnr2 bhgia??
    Wlupn suami sll menenangkan hati saya tntg mslh ni.
    Selamat y mbak…smga mendapat syurga,smga mnjadi anak2 yg sholeh dan sholehah
    (Mlh jd curhat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s